Sunday, December 16, 2012

Sholat Anak


sajadah anak
Penyebab Mudah Melalaikan Sholat Anak
Anak merupakan amanat dari Allah Taa’la yang perlu dididik, dipelihara, dijaga dan diperhatikan oleh orang tua. Sejauh mana orang tua menunaikan amanat ini, sejauh itu pula ia telah bertanggung jawab atas perkembangan kepribadian anak. Rasulullah SAW mengingatkan ” Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak tersebut Yahudi, Nasrani atau Majusi”. Berikut ini beberapa penyebab anak mudah melalaikan sholat.
1. Terlambat menyuruh anak untuk sholat.
Mungkin orang tua beranggapan ” Ah masih kecil, kasihan kalau anak disuruh sholat, nanti-nanti saja kalau sudah gede”. Hal tersebut selain menjadikan anak tidak terbiasa sholat sejak dini, juga bertentangan dengan wasiat Rasulallah SAW: “Perintahkan anakmu sholat pada 7 tahun dan pukullah mereka jika melalaikannya tatkala umur 10 tahun. (HR Abu Daud).” Inilah salah satu penyebab anak mudah melalaikan sholat karena tidak adanya motivasi sejak usia dini untuk memperkenalkan sholat kepada anak.
2.Tidak diajari cara sholat
Secara psikologi anak usia belajar (6-10 tahun) berada pada fase motorik yang mudah dibentuk melalui pembiasaan yang rutin. Rasulallah SAW mengingatkan ” Ajarilah dan suruhlah keluarga kalian sholat sebagaimana kalian melihat aku sholat” (HR Bukhori).
3.Tidak ada teladan yang kongkrit
Sesuai tingkat berfikir anak yang cenderung berpola kongkrit, ia akan melihat beberapa kali orang tuanya sholat dalam sehari semalam. Sendiriankah?, berjamaah?, di rumahkah? atau di masjidkah?
4.Lingkungan yang tidak mendukung.
Sejalan era globalisasi, memang banyak hal yang bertentangan antara yang baik dengan yang buruk, anak diperintah sholat, tetapi semarak televisi pada waktu-waktu sholat sangat memikat. Orang tua yang berfikir agamis, tentu dengan tegas akan segera mematikan TV manakala suara adzan menggema mungkin anak merengek bahkan akan marah, tetapi bila orang tua memaparkan dengan bijaksana bahwa Allah telah megundang kita untuk sholat berjamaah di majid Insya Allah anak akan mengerti dan mau untuk sholat.
5.Kemalasan dan kesibukan sehingga kurang memeperhatikan Sholat anak.
Era kerja sering kali mengabaikan perhatian pada anak terutama dalam sholat. Untuk menanyakan ” Ahmad, udah sholat belum?” kadang-kadang orang tua enggan. Di samping itu kandang lupa tentang bagaimana perlengkapan sholat? Apakah dia punya sajadah, peci, atau rukuh kebanggaan?
6.Tidak ada sangsi (hukuman) atau penghargaan kepada anak.
Anak kandang berfikir ” Saya tidak sholat tidak ada apa-apa kok, gak ada yang marahi”. Orang tua dapat menerapkan aturan misalkan kalau tidak sholat di masjid atau tidak tepat waktu dihukum memebaca istighfar sebanyak 100 kali. Selain sangsi berilah dia hadiah (reward). Hadiah itu tidak selalu barang, pujian bisa digunakan sebagai hadiah. Misalkan mengucapkan “Kamu memang anak sholeh, ayah bangga padamu nak” sambil mengacungkan jempol pada anak atau dengan mendekapnya. Pemberian perlengkapan sholat yang menarik seperti sajadah anak, mukena anak dan sarung anak yang unik sebagai salah satu untuk memotivasi anak untuk sholat.
7.Kurang mendoakan anak.
Tak kalah penting adalah memperkuat doa kepada Allah agar kita memperoleh keturunan yang sholeh- sholehah, seperti doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim ketika mengharap anak sholeh. “Robbi habli minash sholihin” (QS. Ash Shoffat 100)

www.tokosajadahanak.com


Wednesday, December 12, 2012

Memotivasi Sholat Anak

sholat yuk..


Memotivasi Anak Sholat dengan Sajadah Anak.  
 
Sholat adalah salah satu pilar aqidah dan akhlaq Islam yang sangat mendasar. Karena itu, ia harus senantiasa dihidupkan, dikokohkan, ditumbuhsuburkan dan ditegakkan dalam tiap-tiap keluarga Muslim. Nabi SAW bersabda, “Cahayailah rumah-rumah kalian dengan sholat dan tilawah Al Qur’an.”
Nasehat di atas sudah barang tentu bukan sekadar anjuran belaka, tapi mengandung perintah kepada kita, bahwa para kepala keluarga Muslim berkewajiban menegakkan budaya sholat dan bacaan Al Qur’an di dalam tiap-tiap rumah-tangga mereka. Karena kekuatan suatu keluarga seseorang sangat ditentukan oleh kedua faktor itu. Selain, bahwa sholat dan tilawah Al Qur’an merupakan refleksi dari kekuatan aqidah seseorang.
Kita tentunya tidak bisa mengatakan seseorang aqidahnya baik hanya melihat dia melakukan sholat dan membaca Al Qur’an sekali waktu, alias tidak rutin. Dalam konteks keluarga, penegakan budaya sholat dan membaca Al Qur’an yang dimaksud, adalah kebiasaan yang melekat kuat dalam diri seluruh anggota keluarga terutama sholat anak. Hingga kedua ajaran itu menjadi sesuatu yang inherent dan hidup dalam sebuah keluarga.
Ini menjadi alasan kuat, kenapa Islam sejak awal memerintahkan kedua ajaran itu, khususnya sholat, wajib disosialisasikan pada anak-anak kita sedini mungkin. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Rasulullah SAW biasa menangani sendiri dalam mengajari anak-anak mengenai hal-hal yang mereka perlukan dalam mengerjakan shalat.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i).
Memotivasi Anak Gemar Sholat dan Mengajarkan anak-anak sholat memang tidak dengan cara indoktrinasi. Kita perlu menuntut mereka dengan penuh kesabaran dan ketekunan, yakni dengan cara pembiasaan. Karena menumbuhkan perilaku sholat anak akan efektif lewat cara pembiasaan, maka seyogyanya para orangtua memberikan qudwah sebagai penegak sholat yang baik di mata anak-anak mereka. Walaupun dengan cara inipun tidak dijamin anak-anak akan rajin melakukan sholat. Sampai pada tahap usia tertentu, di mana anak tetap ‘mbalelo malas mengerjakan sholat, tindakan lebih tegas diperbolehkan dalam Islam. Namun tetap dengan cara tidak menyakiti fisik anak.
Perintahkanlah anak-anakmu mengerjakan sholat di kala mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka karena tidak mengerjakannya di kala mereka berusia 10 tahun. Dan pisahkan tempat tidurnya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud dengan sanad hasan shahih atau shahih)
Anak-anak gemar sholat, penurut, serta giat belajar dan giat membantu orangtua, tentu menjadi dambaan para orangtua. Tapi masalahnya, bagaimana cara menumbuhkan sifat dan perilaku positif di atas pada anak-anak kita? Di bawah ini sedikit catatan, mudah-mudahan bisa menjadi pedoman praktis sederhana untuk memotivasi anak gemar sholat dan melatih anak-anak agar rajin sholat.
Pertama, tunjukkan di mata anak-anak kita, bahwa kita sebagai orangtua yang baik di mata mereka, khususnya dalam menegakkan budaya sholat. Artinya, sedapat mungkin kita melaksanakan sholat pada awal waktu dan berjama’ah di masjid. Adalah kebiasaan positif, sesering mungkin anak kita bawa ke masjid untuk melakukan sholat berjama’ah, walaupun mungkin mereka mempersepsikan masjid sebagai tempat bermain.
Kedua, hormati waktu-waktu Islam dan nilai-nilainya dalam rumah kita. Misalnya, kita akan mematikan tivi atau tape-recorder pada saat adzan berkumandang, terutama saat adzan Maghrib dan ‘Isya. Tidak  mengumandangkan suara-suara lain di dalam rumah kita, selain bacaan Al Qur’an, nasyid Islami, atau lagu-lagu yang mengandung nilai-nilai pendidikan.
Ketiga, bentuk jama’ah sholat keluarga, bisa dipimpin oleh ibu, atau sekali-kali dipimpin ayah. Anak-anak kita tugaskan secara bergantian, yang bertugas menggelar tikar, petugas adzan/qomat, sebagai imam, dan petugas kultum (taushiyah), dilakukan secara bergiliran.
Keempat, biasakan anak-anak bangun pagi untuk melakukan sholat subuh. Kalau perlu rangsang mereka dengan hadiah (semisal: sajadah anak, mukena anak, sarung anak). Yang paling pagi bangun, mereka kita beri hadiah menarik. Atau, mereka yang catatan sholatnya baik, akan diberikan penghargaan menarik. Dengan begitu, perlu dibuat sistem evaluasi sederhana yang bisa diaplikasi dengan mudah dan dilakukan secara kontinyu.
Kelima, jika perlu kita membuat perlombaan tentang pengetahuan sholat dengan hadiah-hadiah menarik, dengan melibatkan anak-anak para tetangga kita. Atau dibuat pengajian rutin keluarga khusus untuk anak-anak, utamanya memfokuskan pada bahasan tentang pentingnya pendidikan sholat anak sejak dini. Tempatnya bisa digilir, sesuai dengan kesepakatan.

Untuk itu kami TokoSajadahAnak.com menyediakan produk sajadah anak, mukena anak dan sarung anak dengan warna-warni full color, warna-warna cerah dan pemilihan bahan yang tepat , mengunakan bahan yang lembut dan sangat di sukai anak. Dengan memberi sajadah anak, mukena anak dan sarung anak diharapkan dapat  memotivasi anak kita memulai belajar sholat sejak usia dini. Daya tarik utama dari anak adalah dari pengenalan warna, gambar (desain kartun) yang unik dan imajinatif. Sajadah Anak yang Unik Pasti disukai Si Kecil
TokoSajadahAnak.com mempersembahkan dan menjual aneka motif sajadah anak lucu, unik, dan imut. Produk sajadah anak, mukena anak dan sarung anak ini sangat bermanfaat bagi putra putri Anda. Sangat cocok untuk usia 2 sampai 12 tahun. Diharapkan dengan desain yang unik dan imajinatif ini akan membuat Si Kecil lebih tertarik untuk belajar sholat dan beribadah yang akhirnya membiasakan mereka dengan perilaku baik.
Selamat berbelanja sajadah anak, mukena anak dan sarung anak secara  On line di www.tokosajadahanak.com.

Tuesday, December 11, 2012

Toko Online Sajadah Anak


www.TokoSajadahAnak.com Toko Sajadah Anak adalah situs web belanja online yang menyediakan berbagai macam perlengkapan Ibadah Anak Islam , sajadah anak, mukena anak, sarung anak, gamis anak secara online, dibuat dari bahan yg berkualitas dan harga terjangkau..! Dengan desain yang unik, lucu, kartun dan imajinatif sehingga akan memotivasi anak untuk giat beribadah dan sholat. Sajadah Unik Untuk Si Kecil.

Kunjungi www.tokosajadahanak.com